Abu Hamzah Diduga sudah Aktif Sebagai Teroris Selama 6 Bulan

Terduga teroris yang diciduk di Sibolga, Sumatera Utara, Husain alias Abu Hamzah diperkirakan sudah sekitar enam tahun aktif di kumpulan jaringan teroris. Ia merupakan kumpulan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Lampung dan Sibolga.

“Selama 6 tahun terakhir penjelasan dari orangtuanya ini aktif di sejumlah kelompok tersebut jaringan Lampung dan Sibolga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Maret 2019.

Dedi menyinggung Abu Hamzah punya keterampilan merakit bom di atas R, tersangka teroris yang diciduk di Lampung pada Sabtu, 9 Maret 2019. Kelompok teroris Lampung dan Sibolga adalahjaringan JAD yang terafiliasi ISIS.

Namun, dalam merakit bom, Abu Hamzah ditolong orang beda yang masih satu jaringan dengannya.

“Dibantu. AH tidak barangkali sendiri,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, kumpulan ini akan mengerjakan aksinya dengan Agen Sbobet target personel kepolisian. Sebab, dalam kelompoknya, polisi menjadi musuh lantaran menangkap kumpulan mereka.

“Dia sasarannya ialah melakukan aksi (teror) terhadap markas maupun secara personal aparat keamanan. Kenapa? Karena aparat ketenteraman termasuk yang sangat getol atau sangat intens mengerjakan penegakan hukum terhadap kumpulan mereka,” kata Dedi.

Abu Hamzah diciduk pada Selasa, 12 Maret. Sedangkan istrinya Abu Hamzah meledakkan diri dengan bom rakitan saat bareng anaknya di kamar rumah. Bom bunuh diri dilaksanakan setelah proses negosiasi supaya menyerahkan diri tak sukses dilakukan.

Daging Busuk Menjijikkan Menumpuk di Kantin Sekolah Ternama

Salah satu sekolah menengah sangat bergengsi di Cina menjadi sasaran kemarahan publik sesudah tumpukan makanan berjamur yang kedaluwarsa ditemukan di dapur kantinnya.

Roti berjamur dan daging busuk ditemukan di Sekolah Menengah Chengdu No 7.

Kepada BBC, di antara orang tua menuliskan makanan tersebut bau dan menjijikkan dan membandingkannya dengan kotoran babi.

Pihak sekolah sudah meminta maaf seraya menuliskan sangat “malu” dengan kejadian tersebut.

Skandal ketenteraman pangan sering terjadi di Cina dan mereka sering menciptakan pihak berwenang berusaha untuk meredakan kemarahan publik.

Dalam video lain, orang tua tampak memegangi mata mereka kesakitan, dengan sejumlah kantor berita lokal menuliskan polisi memakai semprotan merica terhadap mereka.

Polisi Chengdu lantas mengunggah pengakuan di Weibo yang menuliskan 12 orang sudah ditangkap.

Dikatakan semua orang tua “sangat mengganggu” kemudian lintas dan menghina polisi. Mereka kemudian dilepaskan pada hari yang sama.

“Mengapa mereka mesti dipercaya?”

Stephen McDonell, koresponden BBC Cina

Orang-orang di luar negeri kadang-kadang keliru beranggapan bahwa tidak ada tidak sedikit protes di Cina. Sebenarnya, perbedaan pendapat lumayan sering terjadi dan bisa meletus tiba-tiba.

Jika anggota family terluka, terutama saat berada di bawah perawatan sekolah atau taman kanak-kanak atau lokasi tinggal sakit, maka masyarakat yang tertata dan tenang dapat pulang menjadi aksi kemarahan yang menjalar ke jalanan.

Obat-obatan yang salah, susu bubuk yang tercemar, penipuan investasi, dan anggapan pelecehan murid di bawah pengawasan semua guru semuanya merangsang kemarahan publik yang ditujukan untuk para pejabat yang tugasnya menjaga ketenteraman masyarakat.

Jika Partai Komunis Cina tidak terlalu cemas tentang insiden ini, mereka semua dapat menyebabkan runtuhnya keyakinan publik terhadap sistem.

Jika pejabat lokal bahkan tidak dapat memberikan santap siang anak-anak sekolah yang tidak berjamur, kenapa mereka mesti dipercaya?

Apa yang disebutkan sekolah?

Sekolah Chengdu menerbitkan permintaan maaf, dan menuliskan akan berhenti memungut makanan dari pemasok ketika ini.

Sekolah ini ialah salah satu yang sangat bergengsi di Cina dan SBOBET di masa kemudian dinobatkan sebagai di antara “10 sekolah swasta terbaik di Cina”.

Pihak sekolah melafalkan bahwa mereka yang bertanggung jawab bakal ditangani oleh hukum, menyatakan “malu” oleh insiden tersebut dan bahwa tersebut tidak bakal terjadi lagi.

Namun, orang tua yang berkata dengan BBC menuliskan kasus tersebut bukan “insiden kecil”, menilik pemasok yang sama melayani “lebih dari 100.000 murid dari 20 sekolah”.

Pemerintah kabupaten Wenjiang – wilayah di Chengdu lokasi sekolah tersebut berada – menerbitkan pernyataan pada hari Rabu yang menuliskan delapan orang yang bertanggung jawab atas ketenteraman makanan di sekolah sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Dikatakan bahwa 36 murid dari sekolah telah diasuh di lokasi tinggal sakit setempat guna pemeriksaan.

Pemerintah wilayah juga menuliskan bahwa makanan mentah bakal dikirim guna pengujian, sambil menambahkan bahwa “investigasi yang komprehensif dan mendalam” akan dilangsungkan untuk masalah ini.

“[Kami akan] dengan tegas mengadopsi kepandaian tanpa toleransi. Mereka yang tercebur akan ditangani secara serius,” kata departemen pers wilayah itu dalam pengakuan di Weibo.

Awal tahun lalu, suatu sekolah internasional di Shanghai ditemukan sudah menyajikan makanan kadaluwarsa untuk para siswanya.